Inferior ? Nope !

‘O men! Here I have been assigned the job of being a ruler over you while I am not the best among you. If I do well in my job, help me. If I do wrong, redress me. Truthfulness is fidelity, and lying is treason. The weak shall be strong in my eyes until I restore to them their lost rights, and the strong shall be weak in my eye until I have restored the rights the weak from them ‘

Fenomena yang lagi-lagi membuktikan bahwa kekuatan sebuah niat dalam melakukan sekecil apapun pekerjaan, adalah luar biasa. Substansi yang harus benar-benar terjaga bukan hanya sebelum memulai, tapi harus terus dijaga secara sadar, selama dan setelah menjalani setiap aktivitas hidup. Tentu ini diluar konteksi niat Illahi’ah, yang menurut saya mutlak sudah harus ada di setiap manusia, karena itulah hakikat kita hidup di dunia (Adz-Dzariyaat:56). Niat sekunder sebagai seorang manusia, sebagai seorang mahasiswa.

Ya, dunia kemahasiswaan memang sangat dinamis, menarik, dan sungguh layak dicintai. Banyak aspek yang tak akan habis dibicarakan tentang dunia ini. Pergerakan, politik, cinta, tarbiyah, konspirasi, dan banyak lainnya termasuk substansi paling sederhana dari pelakunya : Mahasiswa.

Hehe, merasa perlu menulis ini, soalnya baru selesai staffing.

Ya, Staffing. Tempat dimana saya bisa melihat sekilas kepribadian seseorang lewat tulisannya di formulir. Tempat dimana saya bisa sedikit memahami mimpi-mimpi mereka akan kehidupan, pandangan mereka terhadap lingkungan, kritik-kritik mereka yang sederhana namun esensial tentang kehidupan. Namun, yang menarik adalah motivasi mereka memasuki dunia kemahasiswaan yang menurut saya, kalo dibahasakan jadi bahasa sekarang, itu Unyu. (Uhuk)

Yep, banyak sih motivasi dari tiap individu, tapi yang paling banyak biasanya motivasi mereka untuk mengembangkan diri. Saya bukan akan mengoreksi bagaimana seharusnya motivasi mereka blablabla pengabdian blablablabla melayani blablabla totalitas blablablabla, BUKAN. Saya hanya ingin sedikit menyelami motivasi ‘mengembangkan diri ini’.

Soalnya, kalau dilihat, tulisan pertama di blog ini membicarakan hal yang kurang-lebih sama, tapi posisi saya waktu itu adalah sebagai PENGISI FORMULIR STAFFING, bukan PENGAMAT FORMULIR STAFFING. Alias, saya waktu itu dalam posisi sebagai pendaftar baru.Pendaftar baru dengan segala idealisme polosnya, dengan semangat membara-nya, dan dengan niat ‘suci’-nya memasuki hutan belantara kemahasiswaan. Ahh jadi kangen :’) *plak*

Kembali ke topik. Singkatnya, motivasi untuk mengembangkan diri, sejauh ini sudah menimbulkan lumayan banyak pendapat-pendapat, baik di kalangan aktivis maupun bukan. Ada yang berkata itu adalah sebuah kesalahan karena simboll egoisme, ada yang berkata itulah memang hakikatnya, ada juga yang berkata itu harus beriringan dan blablabla. Sekali lagi, saya bukan mau ngejudge motivasi ini. Terserah motivasi apapun yang anda pegang, tapi setelah diamati sedemikian rupa, motivasi pengembangan diri ini akan berdampak kira-kira seperti ini;

1.       Akan terus termotivasi untuk terus beraktivitas karena ingin terus mengejar kompetensi yang terbaik dari diri sendiri

2.       Membandingkan pengembangan diri dengan orang lain. Ini juga bisa berdampak banyak, bisa termotivas terus karena merasa unggul, bisa juga termotivasi karena merasa tertinggal, atau bahkan bisa jadi tidak termotivasi karena merasa pencapaian kompetensi diri telah gagal melampaui orang lain, alias motivasi pengembangannya GAGAL.

Membandingkan terkadang menjadi sebuah zona yang nyaman sekaligus menyakitkan. Haus akan kompetensi diri yang lebih, terkadang bukan jadi sebuah energi positif untuk terus belajar, malah bisa jadi bumerang untuk terus merenungi kekurangan yang tak kunjung habis. Inilah fenomena yang saya lihat ada di beberapa teman sejawat, dan bahkan hal ini sering dituduhkan pada diri saya oleh para tetua-tetua (InsyaAllah engga..InsyaAllah engga)

Hehe. Makanya, motivasi ini sama sekali tidak salah, hanya sedikit riskan karena cenderung bernilai sangat sangat sangat subyektif, dan berbahaya bila pribadi bukan pribadi yang mudah bersyukur. Lalu, solusinya ?

Setelah dipikir-pikir, simple sih. Kalau indikator keberhasilannya adalah bahwa kita harus selalu lebih baik dari orang lain, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah mencapai target itu. Mengembangkan diri itu memang harus secara sadar, tapi harus juga kamu sadari kalau masing-masing diri punya kapasitas, punya spesialisasi.

Pidato yang terdapat di paling atas tulisan ini adalah pidato Khalifah Pertama kaum muslimin sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash Shiddiq. Pidato pertama setelah beliau diangkat menjadi Khalifah kaum muslimin. Intinya apa ? Bahkan beliau pun, seorang khalifah yang dimuliakan, menekankan bahwa beliau bukan orang terbaik diantara kaum muslimin yang lain, meskipun beliau-lah pemimpin mereka.

Menjadi bermanfaat bukan berarti harus menjadi orang yang paling keren, bukan berarti harus menjadi orang yang paling berwibawa, bukan berarti harus jadi orang yang diterima di seksi tertentu, bukan juga harus menjadi orang yang lisannya paling cantik. Bermanfaat adalah masalah partisipasi, kerja nyata. Seburuk apapun kualitas kamu, kalau kamu udah melakukan sesuatu yang bermanfaat, ya bermanfaatlah kamu :’)

Makanya, ga salah sih motivasi ingin mengembangkan diri. Cuman hati-hati aja, kalo terlalu obsesif di satu bagian ini, bisa-bisa jadi bumerang. Lebih baik, selain diniatkan untuk menaikkan kualitas diri masing-masing, niatkan juga untuk melakukan sesuatu buat orang lain. Lebih aman, bermanfaat lagi ^^.

Kekurangan diri itu pasti, tapi merasa inferior itu pilihan.

Buat teman-teman yang baru ditempatkan di seksi-nya masing-masing di kepengurusan Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2011 , semangat ya, tempat berjuang udah nunggu. Dimanapun ditempatkan, yakinlah itu adalah tempat terbaik dan akan berdampak sangat baik untuk kalian maupun teman-teman mahasiswa lainnya.

‘There is no small job, there’s only small people’  :’)

~ by Poundra Adhisatya Pratama on 26/12/2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: