FIM 11, 24 Oktober 2011

 Hari ini ‘terpaparkan’ pada saya tentang satu prinsip alur kepemimpinan (berurutan) : (1)Memimpin diri  sendiri, (2)menjadi yang dipimpin, dan (3) menjadi pemimpin bagi orang lain.

Pelajaran utama FIM 11 Hari Senin, 24 Oktober 2011 adalah mengenai mengenal diri saya sendiri. Banyak  hal yg (akhirnya) berputar-putar di otak saya mengenai potensi dan kelemahan saya. Dari sana, saya bisa  menyimpulkan kira-kira ‘jalan hidup’ apa yang bisa saya pilih untuk memaksimalkan kesempatan hidup  ini. ‘Jalan hidup’ apa yg cocok dengan potensi dan kelemahan saya, sehingga ketika ‘jalan’ itu saya pilih,  saya akan menggapai takdir optimal untuk kemanfaatan dan ibadah pada Allah SWT.

Harus diakui, ada beberapa hal yang saya pikir ‘saya banget’ selama ini, tapi ternyata itu (belakangan saya sadari) sebenarnya bukan bagian dari jati diri saya. Banyak hal, bisa karena pembenaran, tidak cermat, atau bahkan sekedar pelampiasan imatur yang melahirkan kesimpulan-kesimpulan saya atas diri saya sendiri. Ya, benarkah saya ga suka Kedokteran? Benarkah saya cenderung untuk tidak bekerja klinis, tetapi kerja birokrasi? Benarkah saya suka dunia sosial politik? Benarkah saya pemimpin tipe ini-itu? Benarkah? Benarkah?

Materi (dan inspirasi) dari FIM 11 hari ini sedikit mengetuk hati saya untuk segera ‘berfikir berani’ memikirkan pengenalan diri dan memilih takdir untuk saya. Banyak peserta yang saat ini telah menjalani bidang-bidang yang memang mereka minati. Disana mereka berkontribusi, berkarya, dan berkemampuan luar biasa. Saya iri. Saya iri. Saya merasa belum melakukan apa-apa, saya merasa belum berkarya apa-apa, saya merasa belum berkontribusi apa-apa, saya merasa belum bermanfaat untuk siapa-siapa. Saya cuman takut, ‘ketidakjelasan’ ini membuat saya menyia-nyiakan umur yang telah Allah SWT berikan kepada saya. Saya takut, ‘kebelumpastian’ ini membuat umur saya tidak berkah, tidak optimal, tidak manfaat, dan pada akhirnya akan dipertanyakan kelak oleh Allah SWT.

Hal ini membangun kesadaran bagi saya bahwa saat ini, sebelum pulang dari FIM 11, saya harus mengenali dan menentukan ‘seperti apa diri saya’, dan segera menentukan mau jadi apa saya, mau dikenang seperti apa saya, dan bakal wafat ‘macam gimana’ saya ini. Saat ini juga. Saat ini.

Pertanyaan yang sama untuk anda. Sudahkah anda yakin, anda 100persen kenal diri anda; kemampuan, kecenderungan, dan kebutuhan anda? Sudahkah anda yakin, jalan yang anda pilih sekarang dan yang anda impikan kelak, bukan berasal rasa ikut-ikutan, popularitas, materi, atau bahkan ketidaktahuan? Kenapa mau jadi dokter? Kenapa aktif disini-disana? Kenapa ikut ini-itu?

Hari ini saya ‘terajarkan’ prinsip pertama dalam alur kepemimpinan; memimpin diri sendiri, yang diawali dengan mengenali diri sendiri. Belajar kepemimpinan dari hakikatnya, dari dasarnya, dari fondasinya.

Rasanya, sungguh terlambat baru menyadari hal ini saat orang lain sudah berada di jenjang atas; berkontribusi bagi orang banyak. Ya, saat semua sudah matang berkontribusi, saya masih berkutat dalam wacana penyadaran diri. Tapi, gapapa deh, Allah SWT punya takdir yang unik dan terbaik untuk saya dan semua makhluknya. Hasbiyallah.

Selamat berkontemplasi, selamat bermimpi, kenali dirimu!

#FIM11

~ by Poundra Adhisatya Pratama on 29/10/2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: